Pengalaman dengan Essential Oil (Minyak Atsiri)


Essential oil (esoil) adalah termasuk bahan yang ‘tidak sehari-hari’, tidak seperti baking soda atau cuka yang memang bahan rumahan. Tapi, setelah saya aktif menggunakannya selama beberapa minggu ke belakang, saya positif akan menjadikannya ‘bahan sehari-hari’.

Sebelumnya, apa itu essential oil/minyak atsiri? Berikut ini saya kutip dari Emak Wiki:

An essential oil is a concentrated hydrophobic liquid containing volatile aroma compounds from plants. Essential oils are also known as volatile oils, ethereal oils, or aetherolea, or simply as the “oil of” the plant from which they were extracted, such as oil of clove. An oil is “essential” in the sense that it carries a distinctive scent, or essence, of the plant.[1]

(Minyak atsiri adalah cairan hidrofobik konsentrat yang mengandung senyawa aroma dari tanaman yang bersifat mudah menguap. Minyak atsiri dikenal juga sebagai minyak terbang, minyak eterik, atau minyak aromatik[2], atau sederhananya ‘minyak dari’ tanaman tertentu yang diekstraksi, seperti minyak cengkeh. Sebuah minyak itu “essential” maksudnya dia adalah esensi dari sebuah tanaman).

Minyak atsiri merupakan minyak dari tanaman yang komponennya secara umum mudah menguap sehingga banyak yang menyebut minyak terbang. Minyak atsiri disebut juga etherial oil atau minyak eteris karena bersifat sepeti eter. Dalam bahasa internasional biasa disebut essential oil (minyak essen) karena bersifat khas sebagai pemberi aroma/bau (esen). Definisi ini dimaksudkan untuk membedakan minyak lemak dengan minyak atsiri yang berbeda tanaman penghasilnya.

Sifat minyak atsiri sendiri antara lain :

  1. Dapat didestilasi.
  2. Tidak meninggalkan noda.
  3. Tidak tersabunkan.
  4. Tidak tengik.
  5. Tidak mengandung asam.

Itulah sifat yang membedakan minyak atsiri dengan minyak lemak[3].

Awalnya saya memesan satu paket berisi 10 wangi esoil yang berbeda dengan masing-masing esoil sebanyak 4 ml/botol. Maksudnya saya ingin mencoba semuanya sebelum menentukan mana yang paling disukai. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk menggunakan esoil green tea (teh hijau) untuk berbagai kebutuhan keluarga. Kami pilih green tea karena selain wanginya menenangkan, juga ‘gender-less’, maksudnya cocok untuk laki-laki atau perempuan (menurut kami sih begitu).

Berikut ini hasil ‘uji coba’ dengan esoil:

1)      Saya gunakan untuk mewangikan cucian. Saya cukup masukkan beberapa tetes (kurang dari satu sendok makan, sekitar 4 ml) ke dalam mesin cuci berkapasitas sekitar 40 liter air, lumayan menyegarkan pakaian.

2)      Saya campurkan beberapa tetes ke dalam air dan memasukkannya ke dalam botol semprot. Bisa untuk:

a)      Menyemprot ruangan. Tapi, menurut saya esoil ini kurang cocok untuk jadi pengharum ruangan karena wanginya tidak tahan lama di udara.

b)      Menyemprot pakaian ketika disetrika.

c)       Sebagai ‘parfum’. Semprot-semprot sedikit ke bawah ketiak heheh…

d)      Yang lucu, saya ‘mempergoki’ suami saya menggunakan ‘semprotan esoil’ ini untuk mengepel lantai. Okay, kreatif juga. Siapa tahu Anda mau mencobanya.

3)      Saya campurkan satu-dua tetes ke dalam minyak kelapa.

a)      Minyak kelapa saya gunakan sebagai pengganti lotion kulit sintetis (yang semuanya mengandung pengawet paraben. Cek aja labelnya. Oke, silahkan pergi ke lemari Anda sekarang juga). Nah, supaya wangi, saya tambahkan sedikit esoil green tea kesukaan saya, dan lumayan di mangkok kecil itu bisa bertahan untuk digunakan berhari-hari.

b)      Minyak kelapa+esoil ini juga sebagai pelembut rambut (karena saya tipe rambut ‘normal’) sebelum keramas dengan baking soda. Tapi, mungkin ini kurang cocok untuk tipe rambut berminyak.

c)       Selain itu, campuran ini bisa digunakan untuk pijat. Saya senang memijat dahi dan area sekitar mata (untuk mengurangi ketegangan mata), nah, wangi esoil-nya memberikan efek relaksasi tambahan.

Berbicara soal harga esoil, untuk harga memang lumayan… Sejauh ini saya tahu dua distributor. Saya beli ke yang menjual dengan harga Rp 55.000/110 ml, belum termasuk ongkos kirim. Semenjak saya membelinya bulan kemarin, baru terpakai setengah botol, jadi cukup tahan lama, apalagi karena saya cukup rajin menggunakannya. Ada juga yang saya tahu menjual esoil dengan harga Rp 100.000/25 ml untuk wangi green tea (kesukaan saya), belum termasuk ongkos kirim.

Keuntungan esoil adalah dibutuhkan hanya sedikit untuk mendapatkan wangi yang semerbak. Selain itu, seperti yang disebutkan di awal, ia tidak meninggalkan bekas noda.

Oh ya, BTW, ternyata essential oil tertentu dapat bersifat medicinal atau untuk pengobatan. Misalnya, esoil cengkeh dan kapulaga yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri dan gangguan pencernaan. Baca lebih lanjut: Five Unbeatable Essential Oils to Help Stop Chronic Digestive Distress.

Sekarang, apa wangi esoil kesukaan Anda?

——————————————————————————————-


[1] Essential Oil, Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Essential_oil, diakses 16 Juli 2013.

[2] Lihat Minyak Atsiri, Wikipedia bahasa Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_atsiri, diakses 16 Juli 2013.

[3] Apakah Minyak Atsiri Itu?, Lansida, http://lansida.blogspot.com/2012/06/apakah-minyak-atsiri-itu.html, diakses 16 Juli 2013.

—————————————————————————————-

Sudah terbit Buku Rumah Bersih Alami yang berisi berbagai tips perawatan rumah dan pribadi yang hemat dan ramah lingkungan. Sudah bisa dipesan melalui:

LRB Shop

Yuk, segera jadikan buku ini koleksi pribadi Anda!

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Kebersihan, Kosmetik dan Perawatan Pribadi, Pewangi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Pengalaman dengan Essential Oil (Minyak Atsiri)

  1. Teguh Alfarisi says:

    Hmmm…ada yang baru lagi nih. Makin hari makin matab ajah.
    Gmn dengan kita-kita yang tinggal jauh dari kota yah?
    Dimana belinya?
    O ya… mau share.
    Tadi dapet cerita lucu, saya mau praktekin baking soda. Jadi saya pergi ke pasar tradisional/
    Saya: Bu… ada baking soda?
    Ibu : Baking nya ato soda nya?
    Saya: Mmmm… maksudnya?
    Ibu : Kalo baking (maksud ibu itu baking powder) untuk melembutkan, kalo soda untuk mengembangkan kue.
    Saya : ????!!!!?!?!?!
    Iseng-iseng tanya harga==> baking 1kg= 40rb soda = lebih mahal lagi.
    Sebenarnya yang dimaksud dengan baking soda yang mana dan seperti apa yah?

    • lrbersih says:

      Hahah… bagus juga pengalamannya. Makasih udah share. Baking Soda = Soda Kue. Klo dipake nyuci gak akan ninggalin putih2 (klo baking powder ada putih2 kayak tepung terigu). Terus, baking soda klo campur cuka jadi muncul buih2.

      Di pasar tradisional dekat rumah saya soda kue itu Rp 6500/kg.

      Sy beli esoil lewat internet, koq. Mas Teguh coba cari di Google aja :). Sy pribadi udah menghubungi Bali Seven dan Lansida (bukan maksud iklan).

      • Teguh Alfarisi says:

        O ya… mohon pencerahannya
        Hampir semua resep yang tersedia menggunakan ukuran cup.
        Ukuran terbaik yang dapat direkomendasikan itu, baking soda 1kg = ???cup.
        Saya memahami bahwa untuk mengukur baking soda yang berbentuk bubuk mungkin dicampur air terlebih dahulu. Dengan mengetahui 1kg=??cup maka kita bisa memperkirakan seberapa kental larutan tersebut.

      • lrbersih says:

        Gak perlu. Baking soda dalam bentuk bubuk dimasukkin ke dalam cup, lalu dimasukkin ke ember cucian baju. Udah gitu aja. 🙂

        Pengalaman saya pribadi, untuk sekali nyuci 40 liter pake maks 2 cup. Itu jatuhnya jadi sekitar 1/4 kg. Lumayan di rumah nyuci untuk 5 orang + bayi. Mungkin Mas Teguh bisa pakai lebih sedikit untuk cucian pribadi. Misalnya untuk cucian di ember 10 liter cukup 3 sendok makan (dan untuk jenis cucian yang kotor karena keringat aja). Nah, untuk pakaian ttt yg bernoda, oleskan baking sodanya ke noda (yang sudah dibasahi air sblmnya). Tunggu sekitar 10-15 menit, terus sikat. 🙂

  2. Teguh Alfarisi says:

    Nambah lagi nih… mudah-mudah nggak mbosenin. Tapi jujur emang segala sesuatu yang alami emang saya cari-cari dari dulu.
    Pengalaman pribadi….. saya mewajibkan istri untuk selalu menyediakan ubi kayu, ubi rambat, pisang ato apa aja yang bukan olahan pabrik untuk persediaan jajan buat anak kami. Orang banyak yang bilang kita orang kampung yang kampungan… kaya jaman penjajahan aja makannya ubi. Tapi saya yakin itu jauh lebih baik daripada memberikan jajanan berpengawet dst.
    Point yang mau saya tanyakan, seberapa tahan baking soda apabila sudah dicampur dengan bahan-bahan yang lain.
    Contoh untuk membersihkan wc,
    1 ½ cup* soda kue
    ½ cup* garam
    ½ cup* air
    larutan ini harus habis sekali pakai ato bisa disimpan dulu dan berapa lama?

    • lrbersih says:

      Bagus2. Sy juga lagi berjuang untuk menyediakan makanan alami sebagai ‘cemilan’ u/ anak2 dan gak dibiasain jajan. Di rumah, contoh cemilan anak2 itu seperti ketimun/wortel mentah (anak sy doyan), tahu, tempe, dan buah. Sy selalu berusaha menyediakan minimal 1-2 jenis buah setiap hari untuk ‘cemilan’ anak2. Ubi sih gak ada krn jarang, tapi kalo singkong mentah juga kita pernah beli lalu rebus sendiri.

      Baking soda gak akan tahan lama klo ditambahin bahan2 lain. Harus langsung dipakai :). Makanya campurannya dibuat sesuai kebutuhan aja.

Bagaimana Menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s