Jaga Kebersihan Gigi Anak Tanpa Pasta Gigi


 

Ketika anak pertama saya mulai ‘banyak’ giginya, saya sudah memikirkan bagaimana untuk menjaga kebersihannya. Sebelum ia berusia 1,5 tahun kami sudah membelikannya sikat gigi, tapi ternyata lebih efektif membersihkan giginya dengan kain handuk kecil, jadi kami gunakan kain handuk saja. Kemudian saya memikirkan sikat giginya pakai pasta gigi apa. Waktu itu saya sudah ada feeling untuk berupaya menggunakan bahan alami, tapi belum cukup ilmu. Jadi, saat itu saya masih ‘pasta gigi oriented’.

Waktu membaca label pasta gigi dewasa, kebetulan yang saya pakai mengandung formalin (dan bahan-bahan sintetis lainnya), jadi jelas itu tidak akan saya gunakan untuk anak. Kemudian saya coba membeli pasta gigi anak-anak. Sempat beberapa kali dipakai karena tulisannya ‘Aman Jika Tertelan—Safe if Swallowed’. Itu berjalan sambil saya terus mengumpulkan informasi.

Sedihnya saya ketika ternyata di labelnya banyak bahan-bahan yang berpeluang menimbulkan masalah kesehatan. Terdapat juga bahan-bahan yang sama dengan bahan-bahan yang dimasukkan pula ke dalam shampo dan sabun. Jadi waktu itu saya simpan pasta giginya dan saya cukup membersihkan gigi anak dengan air.

Dengan berjalannya waktu, saya pun tahu tentang pemakaian baking soda, jadi walaupun tidak setiap hari, tapi dalam seminggu pasti ada sekitar 1-3 kali anak dibersihkan giginya dengan baking soda. Untungnya anak saya suka, dan dia malah duluan minta baking soda ketika sikat gigi. Kebiasaan itu berlanjut hingga sekarang.

Keuntungan lain adalah saya tidak membiasakan anak jajan. Kami masih mendapatkan jajanan kue dan makanan kemasan sesekali atau dari pemberian orang, tapi saya berusaha mengimbanginya dengan menyediakan buah dan sayuran segar sebagai cemilan sehari-hari di rumah. Yang saya rasakan, kebiasaan ini juga turut mendukung terjaganya gigi anak-anak, jadi walaupun tidak setiap hari disikat, tapi gigi anak saya cukup bersih.

Saat ini saya masih memiliki tube pasta gigi anak yang dulu saya beli. Kemasan-kemasan produk komersil yang dulu-dulu saya pakai sengaja saya simpan agar bisa saya baca lagi labelnya, siapa tahu butuh, seperti saat ini. Sekarang, ketika saya membaca lagi, ternyata isinya cukup mencengangkan, apalagi karena mereka mengatakan ‘aman jika tertelan’, namun bagi saya jauh dari kata ‘aman’.

Isi labelnya mengandung banyak istilah-istilah yang sulit dibaca, tapi di antaranya terdapat methyl paraben (pengawet), saccharin dan sorbitol (pemanis buatan), dan sodium lauryl sulphate (zat pembuat busa).

Kalau dibaca-baca, semua zat sintetis ini masih dalam perdebatan, tapi pemakaiannya masih dilanjutkan, mungkin karena di satu sisi menguntungkan perusahaan, di sisi lain terdapat peningkatan permasalahan kesehatan dengan bertambahnya penggunaan berbagai bahan sintetis ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kebetulan pasta gigi yang saya beli waktu itu tidak mengandung fluoride, tapi kalau mengandung zat ini, maka ini adalah alasan lain untuk tidak membelinya. Di antara permasalahan kesehatan yang diakibatkan Fluoride adalah terganggunya sistem tiroid dan menurunkan IQ. Kami pernah bercanda bahwa bisa jadi penyebab menurunnya kemampuan kognitif anak-anak sekolah bisa jadi karena keseringan sikat gigi (pakai pasta gigi).

Postingan ini bukan untuk menjelaskan tentang berbagai bahan tersebut, jadi silahkan bisa baca sendiri. Namun, bagi saya, daripada memilih yang ragu-ragu, lebih baik memilih yang jelas (meskipun mungkin belum populer), ya gak? Ting-ting-ting ;).

Sampai sekarang kami sekeluarga tidak lagi sikat gigi dengan pasta gigi apa pun. Menyikat gigi dengan air saja sudah bersih, dibantu dengan baking soda 2-3 kali seminggu. Ketika dulu memutuskan berhenti memakai pasta gigi, awalnya saya kurang yakin. Tapi, setelah merasakan sendiri, ternyata sama saja memakai pasta gigi atau tidak, warna giginya gitu-gitu ajah heheh… Malah lebih bagus memakai baking soda.

Adapun mouthwash-nya, bisa memakai ekstrak jeruk nipis atau air rebusan daun sirih. Ini sih ‘tambahan’ untuk orang dewasa, anak-anak belum saya kasih mouthwash. Lagian gak terlalu butuh, itu hanya ‘bonus’ :).

Bagi Anda yang punya gigi sensitif dan tidak cocok membersihkan gigi dengan baking soda, tenang, ternyata ada yang lain yang bisa digunakan; minyak kelapa (coconut oil). Try it out ;). Bukan minyak sayur, ya… heheh… Minyak Kelapa. Baca lebih lanjut di sini, pengalaman seorang ibu yang membersihkan giginya dengan coconut oil.

————————–

Boleh Baca juga:

Bahaya Tersembunyi dalam Air Minum dan Pasta Gigi Anda

Toothpaste: What’s In It (and What to Avoid)

[Update: Ada sebuah percobaan dua tanaman; satu disiram air tanah, dan satu disiram air Aqua berfluoride, pantau perkembangannya DI SINI]

—————————————————————————————-

Sudah terbit Buku Rumah Bersih Alami yang berisi berbagai tips perawatan rumah dan pribadi yang hemat dan ramah lingkungan. Sudah bisa dipesan melalui:

LRB Shop

Yuk, segera jadikan buku ini koleksi pribadi Anda!

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Gigi dan Mulut, Kebersihan, Kosmetik dan Perawatan Pribadi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Jaga Kebersihan Gigi Anak Tanpa Pasta Gigi

  1. zarahsafeer says:

    baking sodanya ditabur ke sikat gigi gitu ya tehh?

    • lrbersih says:

      Iya dan Enggak. Heheh. Klo sikat gigi anak2 yang bulu sikatnya halus gak apa2, baking sodanya ditabur ke sikat gigi (sblmnya anak kumur2 dgn air minum biasa, baru setelah itu disikat giginya).

      Tapi, klo bulu sikatnya kasar (seperti lazimnya sikat gigi orang dewasa), baking sodanya bakal bikin tambah iritasi ke gusi. Solusinya, Cukup dengan jari telunjuk/kain handuk kecil gosok baking soda ke gigi, lalu kumur2. Setelah itu, baru sikat giginya dengan sikat gigi (yg sudah basah dengan air).

      Anak sy yg pertama baru pke sikat gigi usia 3 tahun. Usia 1-2 tahun dibersihkan giginya dengan kain handuk kecil (sy siapin kain handuk biasa, trus sy klaim itu ‘khusus untuk gigi kakak’ heheh).

      🙂

  2. Pingback: Bahaya Tersembunyi dalam Air Minum dan Pasta Gigi Anda: Hubungan Fluoride dan Air Ber-fluoride dengan Penyakit Tiroid | Limbah Rumah Bersih

  3. astri says:

    info yang bagus sekali, saya baru kali ini mendengar membersihkan gigi menggunakan baking soda… wanna try it 🙂 , btw, sebanyak apa baking soda yang diaplikasikan untuk membersihkan gigi? apakah dicairkan dulu di dalam air atau langsung diaplikasikan… mohon infonya ya… thanks a lot….

    • lrbersih says:

      Bisa dicairkan, atau langsung diaplikasikan ke gigi juga bisa, bebas aja :). Dua-duanya saya pernah coba. Dilarutkan ke air lalu dipakai kumur-kumur juga bisa. Cukup simpel :).

  4. Anonymous says:

    kalo dilarutkan kedalam air bagaimana takarannya?

  5. limi says:

    Saya inging bertanya… saya mencoba membersihkan gigi dengan baking soda sama jeruk nipis… saya menggosok dengan kain.. dan tertelan.. karna saya menelan air ludah.. apakah berbahaya???

    • lrbersih says:

      Tidak apa-apa. Malah salah satu terapi bagus di pagi hari adalah minum air perasan jeruk nipis campur baking soda (dalam keadaan perut kosong) :). Pas lagi begitu sekalian saja pakai kumur-kumur :D.

Bagaimana Menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s