Kelompok Dokter Setuju Bahan Kimia Beracun di Lingkungan Memberikan Resiko Tinggi Bagi Calon Ibu


EDCs from Multiple Sources Can Be Taken up by Humans by Several Routes, Entering the Body via Ingestion, Inhalation and Skin Uptake

Gambar diambil dari “State of the Science of Endocrine Disrupting Chemicals – 2012”

Info bagus bagi para wanita hamil. Ini benar-benar penting dan mengapa saya begitu bersemangat melanjutkan program Limbah Rumah Bersih ini.

Kelompok Dokter Setuju Bahan Kimia Beracun di Lingkungan Memberikan Resiko Tinggi Bagi Calon Ibu

Selasa, 1 Oktober 2013, oleh J.D. Heyes

(NaturalNews) Sebuah kelompok dokter besar sedang merekomendasikan para praktisi medis untuk meningkatkan standar dan peraturan lingkungan untuk lebih baik lagi mengidentifikasi dan mengurangi paparan zat-zat yang dapat berbahaya bagi wanita hamil.

Berdasarkan laporan yang baru saja diterbitkan dari American College of Obstetricians and Gynecologists, polutan dan bahan kimia tertentu telah diketahui memiliki hubungan dengan kemandulan, keguguran, kesulitan kehamilan, dan permasalahan reproduksi lainnya.


Dari The Associated Press:

Dari merkuri hingga pestisida, orang-orang Amerika [termasuk kita di Indonesia] terpapar bahan-bahan kimia lingkungan yang dapat menyakiti kesehatan reproduksi, ungkap kelompok spesialis fertilitas dan kandungan…

Laporan tersebut mendesak para dokter untuk meningkatkan peraturan lingkungan yang lebih ketat untuk mengidentifikasi dan mengurangi paparan terhadap bahan kimia yang telah terbukti beresiku. Tapi ini tentu akan membuat khawatir para wanita hamil.

‘Yang kami harapkan adalah keseimbangan antara kesadaran dan kewaspadaan’

Mengapa? Karena pada kunjungan kandungan pertama, kelompok ini ingin para dokter menanyakan calon ibu mengenai seberapa banyak dan seberapa sering mereka berada di sekitar bahan-bahan kimia tertentu. Dan juga, mereka harus mengajari wanita cara menghindari beberapa bahan kimia paling mengganggu selama kehamilan.

“Yang kami harapkan adalah keseimbangan antara kesadaran dan kewaspadaan,” ungkap Dr. Jeanne Conry, Presiden American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pada AP.

Berdasarkan abstrak sebuah laporan, “Mengurangi paparan agen-agen lingkungan beracun adalah area penting untuk diintervensi oleh dokter kandungan, ginekolog, dan profesional layanan kesehatan reproduksi lainnya. Paparan pasien terhadap bahan kimia beracun dan stresor lainnya ada di mana-mana, dan paparan prenatal terhadap agen-agen toxic dapat memiliki efek yang berkelanjutan pada kesehatan reproduksi seumur hidup.”

Laporan tersebut dirangkum oleh Komite ACOG tentang Health Care for Underserved Women sehubungan dengan Komite Masyarakat Amerika untuk Praktek dan Pengobatan Reproduksi dan Universitas California, San Fransisco, Program Lingkungan dan Kesehatan Reproduksi.

Para peneliti dan spesialis dengan ACOG dan Masyarakat Amerika untuk Pengobatan Reproduksi merujuk pada penelitian perihal bahan kimia industri dan polutan yang dapat diserap melalui udara, makanan, air, dan produk sehari-hari.

Tidak banyak bahan kimia dijual dengan penjelasan cukup dan peringatan perihat tingkat keamanannya, dan itu adalah sesuatu yang para kelompok ini ingin ubah. Tapi lebih dari itu, bahan kimia tertentu terkait dengan kemandulan dan permasalahan kelahiran lainnya.

Paparan prenatal terhadap bahan kimia tertentu telah terdokumentasikan dapat meningkatkan resiko kanker pada masa anak-anak, paparan pria dewasa pada pestisida terkait dengan perubahan kualitas air mani, kesuburan, dan kanker prostat; dan paparan setelah kelahiran (postnatal) terhadap pestisida tertentu dapat mengganggu semua tahap perkembangan fungsi reproduksi wanita dewasa, termasuk pubertas, menstruasi dan ovulasi, kesuburan dan keaktifan seksual, dan menopaus,” ungkap abstrak [laporan tersebut].

Lebih lanjut dari AP:

Resiko paling besar adalah pada wanita dengan paparan tinggi di tempat pekerjaan. Jadi para dokter harus menanyakan mengenai kondisi tempat bekerja pada kunjungan kandungan pertama, begitu nasihat dari komite.

Tapi laporan tersebut juga mengutip riset yang menyampaikan bahwa semua wanita hamil terpapar setidaknya 43 bahan kimia yang berbeda. Tidak jelas seberapa banyak memberi dampak, tapi beberapa dapat sampai ke janin. Misalnya, polusi merkuri terkumpul dalam ikan tertentu, dan ketika dikonsumsi oleh calon ibu, dapat merusak otak janin yang sedang berkembang. Paparan prenatal pada pestisida tertentu dapat meningkatkan resiko kanker di masa anak-anak, ungkap laporan tersebut.

‘Kontribusi rasional dan sangat seimbang’

Kelompok ini mengatakan bahwa populasi minoritas dan miskin terpapar lebih sering terpapar berbagai polutan.

Laporan ini mencatat bahwa bahaya terpapar tidak hanya terbatas pada kehamilan. Paparan tinggi terhadap pestisida pada pria dewasa terbukti terkait pada kemandulan dan kanker prostat, ungkap para peneliti.

“Hanya sedikit yang orang-orang bisa lakukan sebagai individu dan keluarga untuk membatasi paparan bahan kimia,” ucap Dr. Howard Frumkin, dekan kesehatan umum Universitas Washington, spesialis kesehatan lingkungan yang tidak terlibat dengan laporan tersebut, pada AP. Namun demikian, dia menyebut laporan tersebut “kontribusi rasional dan berdasarkan-bukti-bukti, yang sangat seimbang.”

Sumber

 

 

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Dukungan, Kosmetik dan Perawatan Pribadi, Makanan, Terjemahan, Toxin and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Bagaimana Menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s