Kulit Kepala Gatal dan Keramas: Kisah Abu Merang, Jeruk Nipis, dan Daun Lidah Buaya


Sekitar dua pekan lalu saya post kisah 4 hari keramas pakai perasan abu merang dan jeruk nipis, dan ternyata hasilnya cukup mengagetkan. Nah, kini sudah sekitar 2 minggu aku menggunakan resep itu, tapi kini dengan tambahan ‘daging’ daun lidah buaya.

Ternyata keramas 6 hari berturut-turut dengan abu merang+jeruk nipis memang mempercepat penumbuhan rambut dan akhirnya rambut secara keseluruhan memang jadi lebih tebal dan warnanya lebih gelap. Abu Merang dan jeruk nipis di gabung punya wangi khas yang saya suka. Tapi, saya cukup kecewa ketika dalam 6 hari ketombe saya belum sembuh. Sampai sekarang saya masih keramas hampir[1] setiap hari dengan abu merang+jernip ini dan rambut walaupun tidak ‘lembut seperti di-rebonding’, tapi cukup halus dan fluffy gitu.

Pekan lalu saya sudah coba 3 kali menggosokkan kepala dengan daging daun lidah buaya. Caranya saya potong 1 dari halaman rumah, sobek dari ujung daun hingga ujung lainnya dengan pisau, buka, lalu ambil daging bagian tengahnya. Setelah membiarkannya di rambut selama beberapa waktu ( ½ – 2 jam), saya lalu mencucinya seperti biasa (dengan air rendaman perasan abu merang+jernip). Hasilnya tidak buruk, tapi kalau saya tidak membersihkannya dengan baik kulit kepala gatelnya minta ampuuun. Jadi, saya membersihkannya dengan baking soda kering digosok-gosok ke kulit kepala lalu dibilas dengan air hangat.

Saya pribadi kurang suka dengan bau lidah buaya, tapi ternyata anak saya suka, katanya rambut saya jadi “wangi”.

Saya jadi menemukan trik lain juga. Pernah rambut sedang lepek dan tidak nyaman. Ini membuat kulit kepala begitu gatal dan saya sulit tidur. Saya sebelumnya tahu bahwa baking soda dapat melegakan gatal akibat gigitan serangga, jadi siapa tahu kepala gatal ini juga bisa terbantu. Malam itu saya gosokkan baking soda kering ke bagian-bagian kulit kepala yang gatal, lalu membiarkannya semalaman. Keesokkan harinya tinggal dibilas dengan air hangat. Tha-daa… Gatal hilang, dan rambut terasa lembut.

Pengalaman itulah yang menginspirasi saya membilas daging daun lidah buaya dengan baking soda kering supaya bersih dan tidak menimbulkan gatal.

*****************************************************

Ngomong-ngomong, handbook yang sudah hampir setahun ke belakang saya susun sebentar lagi akan naik cetak. Cukup banyak resep pembersih dan perawatan pribadi alami yang ada di situ, dan semoga nantinya bisa memberikan sebesar-besarnya manfaat. Aamiin.

Doakan agar lancar, sukses, dan nanti ingat untuk menjadi pembeli pertama, ya! 😉 Heheh…


[1] Sempat terpotong ketika sedang ada kegiatan menginap di luar.

—————————————————————————————-

Sudah terbit Buku Rumah Bersih Alami yang berisi berbagai tips perawatan rumah dan pribadi yang hemat dan ramah lingkungan. Sudah bisa dipesan melalui:

LRB Shop

Yuk, segera jadikan buku ini koleksi pribadi Anda!

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Abu Merang, Baking Soda, Jeruk Nipis, Kebersihan, Kepala dan Rambut, Kosmetik dan Perawatan Pribadi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Kulit Kepala Gatal dan Keramas: Kisah Abu Merang, Jeruk Nipis, dan Daun Lidah Buaya

  1. Pingback: Abu Merang untuk Menumbuhkan Rambut? | Limbah Rumah Bersih

  2. Sapto Kun says:

    Bu di jakarta/bekasi dimana ya saya bisa temukan abu merang yg asli/murni, tanpa campuran?
    Makasih.

Bagaimana Menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s